Penyuluhan yang dihadiri oleh 35 orang pada tanggal 23 Agustus 2016 ini diawali dengan Sebuah studi kasus yang seorang Tn. W yang terkena serangan jantung berumur 56 tahun mengeluh sakit dada sebelah kiri sewaktu main tennis disertai rasa sesak nafas, riwayat perokok 2 bungkus per hari ternyata dalam hasil pemeriksaan Tn. W didapatkan : tekanan darah tinggi (170/100 mmHg), kadar enzim jantung meningkat tinggi, rekam jantung menunjukkan kematian jaringan otot, jantung bagian bawah + gangguan irama jantung, kolesterol darah meningkat
Serangan jantung itu merupakan kematian sebagian otot jantung yang disebabkan oleh terhentinya pasokan darah akibat tersumbatnya satu/lebih pembuluh koroner oleh gumpalan darah(trombus)
Adapun gejala seorang menderita penyakit jantung koroner yaitu : tidak ada gejala, sakit dada sebelah kiri (kadang menjalar ke leher dan lengan kiri), sesak nafas/payah jantung, perasaan denyut jantung tidak teratur dan mati mendadak
Siapa saja yang beresiko terkena PJK? Diantaranya yaitu penderita hipertensi, kencing manis (diabetes mellitus) dan penderita kencing manis
Penyakit jantung koroner merupakan penyakit pembunuh nomor 1 di dunia karena banyak pasien meninggal mendadak dalam 1 jam setelah gejala timbul
Bila terjadi serangan jantung, maka yang kita lakukan adalah pastikan keluhan adalah khas serangan jantung, lalu baringkan penderita, panggil dokter/langsung dibawa ke RS, dan berikan aspirin untuk dikunyah. Jika pasien tetap tidak sadarkan diri maka segera lakukan resusitasi jantung dengan melakukan bantuan hidup dasar (BLS)
Hal yang perlu diingat yaitu PJK bisa dicegah dan bisa diobati dengan mengurangi faktor-faktor resiko sebagai berikut :

Hak Cipta © 2026 RSU Kota Tangerang Selatan