-Hari Prematur Bayi Sedunia, RSU Tangsel Gelar Webinar Kesehatan

RSU (Rumah Sakit Umum) Kota Tangerang Selatan menggelar Webinar Kesehatan (via Zoom) dalam rangka Hari Prematur Bayi Sedunia yang jatuh tanggal 17 November 2021 (World Prematurity Day-red)

TANGSEL, - RSU milik Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan itu mengedukasi masyarakat pada Hari Prematur Bayi Sedunia kali ini, bertajuk "Ikutilah ! Webinar Kesehatan menghadirkan 2 orang Narasumber, dr. Arum Gunarsih Sp.A (K) dan dr. Yuni Ekawati Sp. KFR. kegiatan berlangsung dilantai 4 ruangan Aula 2 dan ruangan rapat  RSU Tangsel, Rabu (17/11/2021)

Selain Edukasi interaksi langsung

memberikan layanan konsultasi seputar tumbuh dan kembang anak

kepada warga di lingkungan Kota Tangerang Selatan lewat Webinar (via Zoom ) pihak RSU Tangsel juga  menghadirkan langsung puluhan  pasangan suami (pasutri) yang memiliki anak terlahir, secara prematur, hal itu dilakukan untuk  mendukung masa depan bayi  Prematur dan pencegahan penyakit serta perawatan kesehatan Bayi

Menurut dr. Arum Gunarsih Sp.A (K) banyak faktor penyebab bayi yang lahir secara prematur. untuk itulah Edukasi lewat Wabinar kesehatan adalah momen penting, mengingatkan akan pentingnya pemberian ASI pada bayi, khususnya bayi yang lahir premature. 

“Pemberian ASI dari para Ibu. sangat penting sejak bayi prematur lahir sampai bayi bisa menyusui langsung pada ibu. Dan ASI diteruskan pemberiannya secara eksklusif, untuk mencapai tumbuh kembang bayi prematur yang optimal.

Ia juga mejelaskan, banyak faktor penyebab bayi yang lahir secara prematur.

"Penyakit seperti diabetes, darah tinggi, ginjal dan jantung pada ibu merupakan beberapa faktor risiko kelahiran prematur. Kurangnya vitamin, infeksi, dan gangguan pada rahim juga bisa menjadi risiko tersendiri,"ujar Beliau yang tercatat tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di RSU Tangsel, Rabu (17/11/21).

Dikatakan dr. Arum Gunarsih untuk mengatasi faktor-faktor di atas ibu hamil yang akan melahirkan agar selalu menjaga pola hidup sehat dan selalu  kontrol kesehatan dapat menjadi cara mencegah bayi lahir prematur.

"Ada sejumlah langkah mencegah risiko bayi lahir prematur. sangat penting diketahui para ibu yang memiliki risiko lebih tinggi. Cara mencegah bayi lahir prematur ini meliputi pola hidup sehat dan pengelolaan penyakit selama kehamilan," tukas nya.

Ditempat yang sama mengaku bernama Ulfa Nanda dan Arif bersama anak pertama pasangan suami istri (pasutri) itu membawa sibuah hati mereka  bernama Kalisa usia 1,4 bulan yang lahir secara prematur

"Anak saya bernama Kalisa, lahir secara prematur dimasa  kandungan 32 minggu. Dansaat ini Alhamdulillah Kalisa tumbuh besar dalam keadaan Normal," ucap Ulfa

mengaku warga pamulang tangsel

Dalam kegiatan Webinar Kesehatan (via Zoom) Hari Prematur Bayi Sedunia. (World Prematurity Day) kedua orang tua Kalisa sangat  mengapresiasi pihak RSU Tangsel yang sudah mempasilitasi edukasi kesehatan Anak prematur dan rasa terimakasih tak terhingga dapat menghadiri langsung kegiatan nya

"Saya apresiasi kepada pihak RSU Tangsel atas terselenggaranya acara, hari prematur bayi sedunia ini.Amazing seneng, dapat bertemu dan bertanya langsung dengan dokter spesialis untuk konsultasi seputar tumbuh dan kembang anak

kesangan kami,"Ungkap Ulfa

Ulfa menjelaskan yang dialami nya, emang ada rintangan dan suka dukanya mengalami persalinan  anak Prematur

"Harus rajin dan jaga kesehatan  tentu awal nya bulak balik ke rumah sakit ya, walau demikian saat ini  keluarga kami sangat bahagia, karena saat ini kalisa tumbuh secara normal,"ujar nya.

Ulfa juga menekankan, Dalam menghadapi situasi anak prematur, harus banyak berdiskusi dengan dokter dan Extra perawatan untuk Bayi dan ibu yang melahirkan

"Kalau orang awam, menilai anak prematur dengan tanda kutif kan, tapi saya merasa tidak sendirian ya, karena selain saya, ada juga ibu-ibu yang mengalami nasib hal yang serupa dengan saya, tapi saya merasa bersyukur dengan adanya sosialisasi penyampaian yang saya dengarkan dari dokter tadi, agar tetap kuat, semangat dan percaya diri. Ini menjadi edukasi dan penyemangat untuk saya dan juga ibu-ibu lainnya,"imbuh nya.

 Ulfa mengaku bahwa dirinya sejak melahirkan kalisa, suami nya selalu Siaga, yang ikut merawat dan selalu  mengingatkan, untuk secara rutin memberikan air susu ibu, kepada anak pertama kami.

"Terimakasih untuk semua nya, terumata pihak dokter/Nakes RSU Tangsel yang memang dari awal, setelah melahirkan menjadi tempat kami berdiskusi kesehatan karena anak kami terlahir Prematur, "Tentu hari ini menjadi puncak kebahagian Kalisa anak kami, dapat merayakan Hari Prematur Bayi Sedunia atau  (World Prematurity Day-red) di RUS Kota Tangerang Selatan," ujar Ulfa dan menutup keterangan nya  diruangan Aula 3 lantai 3 RSU Tangerang Selatan (Adv Tangerang Raya).