Workshop ACLS, Penjelasan Mengenai BRADIKARDIA

Workshop ACLS (Advanced Cardio Life Support), telah dilaksanakan di Jakarta selama 3 hari Pada tanggal 15-17  maret 2019. Salah satu yang diikuti oleh peserta dari RSU Kota Tangerang Selatan dr. Desi Arisanti. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan sedikit penjelasan mengenai Bradikardia.

BRADIKARDIA

APA ITU BRADIKARDIA?

Bradikardia diartikan sebagai kondisi denyut jantung seseorang yang kurang dari 60 kali dalam satu menit. Namun, tak semua bradikardi dapat menimbulkan keluhan klinis. Umumnya, bradiakrdi yang dapat menimbulkan keluhan klinis berkisar pada denyut jantung yang kurang dari 50 kali permenit. Keluhan klinis ini terdiri dari tanda dan gejala yang diakibatkan oleh denyut jantung yang terlalu  lambat.

APA SAJA GEJALA DAN TANDANYA?

Gejala-gejala yang diarasakan oleh pasien tersebut meliputi :

  • sesak nafas
  • nyeri dada
  • pusing
  • kesadaran menurun
  • lemah, rasa melayang
  • pingsan (sinkop)

Sedangkan untuk tanda-tanda yang dapat terjadi pada pasien meliputi :

  • hipotensi atau syok
  • edema paru
  • ujung-ujung tangan dan kaki teraba dingin
  • pemanjangan waktu pengisian kapiler darah
  • penurunan produksi urin

BAGAIMANA PENANGANANNYA?

Penanganan yang dapat dilakukan oleh petugas medis di RS atas pusat kesehatan terdekat adalah pertama, tentukan apakah ada gejala dan tanda dari perfusi yang buruk tersebut benar-benar disebabkan oleh bradikardia atau ada penyebab yang lain. Evaluasi kemungkinan penyebabyang bisa dikoreksi.

Hipoksemia sering menyebabkan bradikardia, sehingga evaluasi awal pasien dengan bradikardia harus difokuskan pada meningkatnya kerja bernapas seperti : takipnea, retraksi interkostal, retraksi suprasternal, pernafasan paradoksikal abdominal, dan penurunan saturasi oksihemoglobin.

Jika oksigenasi inadekuat, berikan oksigen à pasang monitor à jalur intravena à EKG 12 sadapan

Tanda dan gejala bradikardia mungkin ringan atau tanpa gejala. Pada kondisi seperti itu, pasien tidak memerlukan terapi. Namun, jika ada persangkaan bahwa kelainan irama akan berlanjut dan menimbulkan gejala klinins atau mengancam nyawa, misal AV blok derajat 2 tipe II pada infark miokard akut atau menyebabkan gangguan hemodinamik, maka harus segera dilakukan penanganan medis.

Jika bradikardia usdah mengakibatkan gangguan hemodinamik, usahakan untuk meningkatkan denyut jantung dengan langkah sebagai berikut :

  1. Jika EKG bukan AV blok derajat 2 tipe II dan AV blok total : berikan atropin sulfat 0,5mg intravena à perhatikan monitor, adakah respon peningkatan denyut jantung à bisa diberikan dengan pengulangan hingga dosis maksimal 3 mg. Jika belum ada respon setelah 3 mg à bisa diberkan obat lain seperti dopamin 2-20mcg/kgBB/menit atau epinefrin 2-10mcg/menit. Jika belum respon, pertimbangkan untuk konsul ahli dan pemasangan pacu cantung transvena.
  2. Jika EKG adalah AV blok derajat 2 tipe II atau AV blok total, segera pasang pacu jantung transkutan sambil menunggu pacu jantung transvena
  3. Cari dan tangani penyebab yang mungkin, seperti : hipovolemia, hipoksiam hipo/hiperkalemia, hipotermia, hidrogen ion (asidosis), serta toksin, tamponade jantung, tension pneumothorax, thrombosis koroner, dan trombosis pulmonal (5H-5T)

Sekian sekilas ilmu mengenai bradikardia, semoga dapat diambil manfaatnya.

Sumber referensi :

PERKI. Buku Ajar Kursus Bantuan Hidup Jantung Lanjut ACLS Indonesia. 2019:51-54.

Related posts