Suntik Vaksin Difteri di RSU Kota Tangerang Selatan

Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Menurut World Health Organization (WHO), tercatat ada 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2016. Di antara angka tersebut, Indonesia turut menyumbang 342 kasus. Sejak tahun 2011, kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus difteri menjadi masalah di Indonesia. Tercatat 3.353 kasus difteri dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016 dan angka ini menempatkan Indonesia menjadi urutan ke-2 setelah India dengan jumlah kasus difteri terbanyak. Dari 3.353 orang yang menderita difteri, dan 110 di antaranya meninggal dunia. Hampir 90% dari orang yang terinfeksi, tidak memiliki riwayat imunisasi difteri yang lengkap.

Pada Tanggal 14 s/d 22 Desember 2017 RSU Kota Tangerang Selatan melakukan vaksin difteri kepada sekitar 620 staf pegawai kesehatan RSU. Ini dilakukan sebagai penindakan pencegahan virus difteri yang saat ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pemberian vaksin difter ini, sebagai upaya proteksi untuk kesehatan pegawai. Selain itu virus difteri ini, tidak hanya menjangkit di tubuh anak-anak saja. Melainkan ditubuh orang dewasa juga, karena itu penting bagi staf RSU untuk melakukan vaksin. Walapun program prioritas untuk usia 1 sampai dengan 19 tahun, orang dewasa juga bisa ikut untuk menjaga diri dari penularan.

RSU kota Tangsel juga melakukan vaksin kepada anak-anak yang datang berobat. Dengan syarat sedang tidak demam. Vaksin difteri ini akan diberikan 3 tahap yakni di bulan Desember, Januari dan terkahir bulan Juli 2018.

 

Related posts