RSU Tangsel Lakukan Akreditasi Terfokus, Target Raih Predikat “Paripurna”

Rumah Sakit Umum Tangerang Selatan (RSU Tangsel) didatangi Tim dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kamis (5/7/2018). Kedatangan tim tersebut bertujuan untuk melakukan akreditasi lanjutan terhadap predikat RSU Tangsel yang sebelumnya berpredikat ‘Utama’ dan ditargetkan naik menjadi predikat ‘Paripurna’.

Tim KARS yang dipimpin oleh dr. Josephat Suwanta Sinarya ini melakukan akreditasi terfokus pada dua aspek penilaian, yakni bidang Manajeman Penggunaan Obat (MPO) dan Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) .

”Ada delapan bab penilaian. Saat ini pengujian akreditasi terfokus bidang Manajeman Penggunaan Obat (MPO) dan Standar Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) dalam pengelolaan sarana prasarana fasilitas pelayanan kesehatan untuk keselamatan pasien,” ucap Direktur RSU Tangsel, dr. Suhara Manullang, Kamis (5/7/2018).

Peningkatan Akreditasi ini penting sebagai salah satu syarat utama untuk meningkatkan tipe Rumah Sakit milik pemerintah Tangsel ini yang saat ini telah mendapatkan predikat C+ dan diharapkan naik menjadi tipe B sesuai dengan target RPJMD Tangsel 2020.

”Hasil akreditasi ini nantinya membantu kami untuk menjadi rumah sakit tipe B. Peningkatan akan bisa membantu rumah sakit untuk mengembangkan pendidikan dokter coast,” pungkas Suhara.

Dalam kegiatan Akreditasi ini, turut pula dihadiri oleh Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Kehadiran kedua pemimpin Tangsel ini sebagai tanda komitmen dari Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit plat merah tersebut.

Airin yang datang dengan mengenakan batik kuning khas Tangsel ini pun langsung menemui
dr. Josephat dan mendengar langsung masukan-masukan yang diberikan tim penilai KARS yang akan digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan di RSU Tangsel.

”Penilaian ini akan menjadi acuan kami dalam meningkatkan standar pelayanan. Sebab hal itu masuk salah satu rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD),” ucapnya

Related posts