Pertemuan Internasional Tuberkulosis Indonesia 2019

Penyakit tuberculosis (TBC) masih menjadi masalah besar di Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2019 disebutkan bahwa Indonesia menempati urutan ketiga negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. setelah India pada urutan pertama dan Cina yang menempati urutan kedua.

Data dan Fakta Penyakit TBC

Jumlah kasus TBC di Indonesia saat  ini mencapai 842.000 kasus baru per tahun. Sedangkan estimasi kasus baru TBC kebal obat di seluruh dunia pada tahun 2016 berdasarkan laporan WHO didapatkan jumlah  sebanyak 580.000 kasus per tahun.

Tuberkulosis kebal obat adalah suatu keadaan penyakit TBC yang sudah kebal terhadap obat-obatan anti tuberkulosis. Salah satu penyebab dari timbulnya kekebalan obat ini adalah perilaku pasien TBC yang tidak menjalani pengobatan TBC dengan benar.

Pengobatan yang tidak benar itu diantaranya adalah cara mengkonsumsi obat TBC yang tidak teratur (tidak tepat waktu/tidak setiap hari) atau tidak menyelesaikan pengobatannya sampai tuntas. Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit TBC merupakan suatu penyakit yang memerlukan konsistensi atau keteraturan pasien dalam pengobatan.

Apabila pasien menjalankan pengobatan dengan benar selama 6 – 9 bulan maka penyakit TBC ini dapat disembuhkan dengan baik. Bagaimana dengan pasien-pasien yang tidak teratur meminum obatnya?

(baik karena alasan bosan atau rasa obat yang tidak enak) dan bagaimana dengan pasien pasien yang tidak menyelesaikan pengobatannya sampai tuntas? (karena merasa sudah sehat), maka disinilah akan terjadi proses TBC kebal obat karena kuman – kuman TBC yang masih ada dalam tubuhnya tersebut akan bangkit  dan menjadi aktif kembali dengan jumlah yang lebih banyak serta bermutasi/berubah menjadi kuman TBC yang kebal terhadap obat – obatan anti tuberkulosis yang pernah dikonsumsinya tersebut.

Jika kuman sudah kebal terhadap obat-obatan antituberkulosis yang pernah dikonsumsinya semula maka pasien tidak bisa lagi diobati kembali dengan obat-obatan antituberkulosis awal/standar yang tersedia di fasilitas kesehatan umum (Puskesmas, Klinik swasta, RS Swasta/Pemerintah).

Pasien- pasien tersebut harus menjalani pengobatan TBC kebal obat dengan obat-obatan antituberkulosis khusus yang hanya tersedia di RS-RS pusat rujukan TBC kebal obat. Jangka waktu pengobatan pada penyakit TBC kebal obat juga menjadi lebih panjang dibandingkan dengan TBC yang sensitif obat

yaitu antara 22-24 bulan untuk mencapai kesembuhan. Selain itu juga derajat penyakit TBC yang dideritanya juga menjadi lebih berat. Oleh karena sulitnya dan berbahayanya akibat yang ditimbulkan oleh penyakit TBC kebal obat ini maka sudah seharusnya bagi setiap penderita TBC yang masih sensitif dengan obat – obatan antituberkulosis standar untuk menjalani pengobatan tersebut dengan teratur dan sampai tuntas.

Related posts