Penyakit Terbanyak Di Indonesia, Menurut Data Klaim BPJS (2018)

5 Penyakit Terbanyak Menurut Data Klaim BPJS 2018

Saat ini Indonesia menghadapi tantangan meningkatnya berbagai penyakit tidak menular, antara lain penyakit jantung, diabetes, stroke, kanker, dan Iainnya.

Kesehatan menjadi sesuatu yang mahal, yang diinginkan oleh semua orang. Beberapa usaha dilakukan agar impian mereka terwujud, seperti: menjaga pola makan, berolahraga dan masih banyak hal lainnya.

Namun masih ada segelintir masyarakat yang mengacuhkan dan menyepelekannya, sehingga tidak bisa menghindari mengalami penyakit tertentu.

Berdasarkan data klaim pasien BPJS, penyakit tidak menularlah yang menjadi masalah utama orang Indonesia, meskipun ada satu penyakit infeksi juga yang masih menjamur di Indonesia. Lantas, apa saja penyakit terbanyak di Indonesia? Simak di bawah ini

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

5 Penyakit Terbanyak Menurut Data Klaim BPJS 2018

Hipertensi (HTN) atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi mediskronisdengan tekanan darah di arteri meningkat. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk stroke, infark miokard (serangan jantung), gagal jantung, penyakit arteri perifer, dan penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih pendek.

Untuk pencegahan utama bagi hipertensi sebagai berikut:

  • Menjaga berat badan normal (misalnya, indeks massa tubuh 20–25 kg/m2).
  • Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium sampai <100 mmol/ hari (<6 g natrium klorida atau <2,4 g natrium per hari). Banyak yang tidak menyadari bahwa makanan ringan dan juga mie instan banyak mengandung garam, demikian juga vetsin yang sebenarnya adalah monosodium glutamate, karena sodium sebenarnya adalah nama lain dari natrium.
  • Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya jalan cepat (≥30 menit per hari, pada hampir setiap hari dalam seminggu).
  • Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari pada laki-laki dan tidak lebih dari 2 unit/hari pada perempuan.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran (misalnya, sedikitnya lima porsi per hari).

Perubahan gaya hidup yang efektif dapat menurunkan tekanan darah setara dengan masing-masing obat antihipertensi. Kombinasi dari dua atau lebih perubahan gaya hidup dapat memberikan hasil lebih baik.

2. Stroke

5 Penyakit Terbanyak Menurut Data Klaim BPJS 2018

Stroke umumnya menyerang orang dewasa atau yang telah senja. Namun, umur bukanlah patokan seseorang bisa terkena stroke. Banyak juga orang yang masih muda usia 30-40 yang terserang stroke.

Jenis strok pada kaum muda umumnya ministrok atau sering diistilahkan sebagai stroke ringan.

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan stroke, yakni:

  • Berat badan lebih dan obesitas
  • Usia di atas 55 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan stroke
  • Gaya hidup yang kurang aktif
  • Sering merokok dan minum alkohol

Adapun tanda-tanda seseorang mengalami stroke yang harus Anda waspadai adalah:

  • Bicara tidak jelas atau meracau
  • Sakit kepala
  • Mati rasa atau tidak bisa menggerakan bagian wajah, lengan, atau kaki terutama di satu sisi tubuh
  • Masalah penglihatan di satu atau kedua mata
  • Kesulitan berjalan atau menggerakkan kaki

3. Gagal Jantung

5 Penyakit Terbanyak Menurut Data Klaim BPJS 2018

Gagal jantung (istilah medis Heart Failure) merupakan suatu keadaan yang terjadi saat jantung gagal memompakan darah dalam jumlah yang memadai untuk mencukupi kebutuhan metabolisme (supply unequal with demand), atau jantung dapat bekerja dengan baik hanya bila tekanan pengisian (ventricular filling) dinaikkan.

Gagal jantung adalah gawat medis yang bila dibiarkan tak terawat akan menyebabkan kematian dalam beberapa menit.

Gagal jantung ini seringnya terjadi pada orang tua, tetapi seiring berjalannya waktu orang dewasa muda pun banyak yang mengalami gangguan jantung ini. Karena siapa pun bisa mengalaminya, gagal jantung juga menjadi salah satu penyakit terbanyak di Indonesia.

Tanda-tanda seseorang mengalami gagal jantung adalah sesak napas setelah beraktivitas berat, merasa lebih cepat lelah, pergelangan kaki bengkak, pusing, dan jantung berdegup cepat.

Penyebab gagal jantung adalah:

  • Penyakit jantung koroner, kondisi ketika pembuluh darah arteri di jantung tersumbat.
  • Tekanan darah tinggi, kondisi ini dapat menambahkan ketegangan pada jantung sehingga lama kelamaan menyebabkan gagal jantung.
  • Kardiomiopati, kondisi terganggunya kerja otot jantung.

4. Diabetes

5 Penyakit Terbanyak Menurut Data Klaim BPJS 2018

Diabetes adalah penyakit gangguan metabolik yang menahun atau kronis akibat pankreas tidak cukup produksi hormon insulin atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif.

Diabetes disebut juga sebagai silent killer, karena sering tidak disadari. Diabetes disebabkan oleh berbagai macam hal, dari faktor genetik atau keturunan, berat badan, perilaku sedenter (kurang gerak), usia, tekanan darah tinggi, serta tingginya kadar kolesterol dan trigliserida.

Jika kondisi diabetes  tidak ditangani dengan tepat, akan ada berbagai macam komplikasi yang lebih parah. Mulai dari penyakit jantung dan pembuluh darah, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, dan kerusakan saraf kaki.

5. TBC

5 Penyakit Terbanyak Menurut Data Klaim BPJS 2018

Tuberkulosis (Tuberculosis, disingkat Tbc), atau Tb (singkatan dari “Tubercle bacillus“) merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan.

Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium tuberculosis (disingkat “MTb” atau “MTbc”).[1] Tuberkulosis biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya.

Tuberkulosis menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau menyebarkan butiran ludah mereka melalui udara.

Gejala-gejalanya antara lain berupa nyeri dada dan batuk berdahak yang berkepanjangan. Kadangkala, penderita mengalami sedikit batuk darah.

Gejala klasik infeksi TB aktif yaitu batuk kronis dengan bercak darah, sputum atau dahak, demam, berkeringat di malam hari, dan berat badan turun.

Diagnosis TB aktif bergantung pada hasil radiologi(biasanya melalui sinar-X dada) serta pemeriksaan mikroskopis dan pembuatan kultur mikrobiologis cairan tubuh.

dikutip dari berbagai sumber : hallosehat.com wikipedia liputan6.com

Related posts