Anemia Pada Anak Bisa Menghambat Pertumbuhan!!!

Bukan cuma orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami anemia, yang juga dikenal sebagai kurang darah. Nah, Anda harus berhati-hati karena proses pertumbuhan dan perkembangan anak anemia bisa terganggu. Anemia yang paling sering terjadi pada anak merupakan kondisi saat tubuh kekurangan zat besi. Akibatnya, darah jadi kesulitan memasok oksigen yang cukup ke seluruh bagian tubuh si kecil.

Anemia sendiri adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun di bawah batas normal. Kondisi ini dapat menggangu kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin (Hb), yaitu protein yang mengantarkan oksigen ke seluruh sel-sel tubuh untuk tetap dapat bertahan hidup. 

Anemia bisa disebabkan oleh banyak faktor. Di antara berbagai penyebabnya, anemia bisa terjadi akibat kelainan bawaan (genetik), masalah gizi (seperti kekurangan zat besi), infeksi, beberapa jenis kanker, atau karena paparan obat atau racun.

Anak Anda mungkin mengalami anemia (kurang darah) jika…

  • Tubuh anak tidak menghasilkan sel darah merah yang cukup. Ini bisa terjadi jika anak kekurangan zat besiatau nutrisi lain dalam makanannya.
  • Tubuh anak menghancurkan terlalu banyak sel darah merah. Jenis anemia ini biasanya terjadi ketika seorang anak memiliki penyakit yang mendasarinya atau mewarisi kelainan sel darah merah, misalnya anemia sel sabit
  • Kehilangan sel darah merah melalui perdarahan. Misalnya karena cedera atau perdarahan menstruasi yang sangat deras.

Tanda dan gejala anak anemia (kurang darah) 

Sebelum mengetahui cara menangani anak anemia, ada baiknya Anda mengenali gejala-gejala yang sering muncul. Beberapa gejala tersebut adalah:

  • Kulit pucat atau berwarna keabu-abuan, begitu pula pada area kelopak mata dan daging kuku
  • Lemas
  • Rewel
  • Mudah lelah
  • Mudah kena infeksi karena daya tahan tubuh lemah
  • Kulit atau area mata berwarna kuning (dialami anak yang sel darahnya berkurang karena dihancurkan oleh tubuhnya sendiri)
  • Prestasi di sekolah kurang memuaskan

Segera temui dokter sebelum kondisi berkembang menjadi kronis dan mengganggu tumbuh kembang anak. Anak-anak dengan anemia defisiensi besi mungkin juga akan makan hal-hal aneh seperti es batu, tanah liat, tanah liat, dan tepung maizena. Perilaku ini disebut juga dengan istilah pica. Pica tidak begitu berbahaya, kecuali jika anak Anda makan sesuatu yang beracun. Biasanya pica berhenti setelah anemia diobati dan saat anak bertambah tua.

Related posts