Seminar Nasional Perawat Profesional Investasi Rumah Sakit

Seminar Nasional Perawat Profesional Investasi Rumah Sakit yang diselenggarakan di Hotel Novotel Banjar Baru pada tanggal 29 Oktober 2016 membahas mengenai profesi perawat. Kepala Bidang Keperawatan RSU Kota Tangerang Selatan, H. Asep Sopari, SKM, MM, MKM menjelaskan bahwa Profesi keperawatan di Indonesia terus berkembang, baik pada aspek pelayanan, Institusi pendidikan keperawatan. Perkembangan profesi keperawatan dipengaruhi oleh perubahan kondisi kesehatan masyarakat, IPTEK di bidang kesehatan, kebijakan-kebijakan di bidang kesehatan atau sektor terkait baik nasional maupun internasional.perubahan-perubahan ini merupakan tantangan bagi profesi keperawatan terutama bagi perawat manajer sebagai perawat yang bertanggung jawab terhadap pengelolan pelayanan / asuhan keperawatan kemampuan dan kemauan perawat manajer mengelola perubahan-perubahan dengan baik merupakan isu penting dalam perkembangan profesi keperawatan.

Perawat manajer adalah perawat yang beperan melaksanakan fungi manajemen dalam pelayanan / Asuhan keperawtan difasilitas pelayanan kesehatan dan unit unit praktik keperawatan, sehingga pelayanan / aspek dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien . Perwatan merupakan pemimpin, pengarah pembahasan dalam manajemen pelayanan perawatan difasilitas pelayana kesehatan. Perawatan manajer merupakan “ key person” bersama seluruh sumber daya manusia perawat menjalankan pelayanan/asuhan keperawatan sehingga terpenuhi kebutuhan klien, individu keluarga, kelompok masyarakat.

Berdasarkan kedudukan peran serta fungsi perawat manajer sangan penting, maka himpunan perawat manajer indonesia (HIPMI) dan PPNI mengembangkan jenjang karir perawat manajer, kompetensi dan sistem pendidikan berkelanjutan.

Jenjang Karir perawat manajer merupakan bagian dari jenjang karir perawat, mengembangkan arah perkembangan profesi perawat manajer yang digambar dengan tingkat/level dan kompetensinya. Karir perawat manajer PMI satu sampai lima

Lima tingkatan ini identik dengan TOP, MIDDLE, dan LOWER MANAGER. Lower manager disepakati sebagai perawat manajer yang berperan sebagai ‘ kepala unit ruangan rawat/kepala ruangan, middle manager adalah perawat manajer yang beperan sebagai kepala seksi koordinator pelayanan pada area tertentu, sedangkan top manager adalah perawat manajer yang berperan sebagai kepala bidang / Direktur pelayanan keperawatan di suatu rumah sakit.

Skema sertifikasi merupakan bagian dari kredensialing perawat manajer untuk menjamin kompetensi yang dimiliki, diimpelementasikan dan dikembangkan sesuai jenjang karirnya. Sertifikasi juga merupakan pengakuan bagi seorang perawat manajer sesuai levelnya
Kompetensi–kompetensi perawat manajer perlu dikelola sehingga dapat mendukung perawat manajer dalam melaksanakan tugas manajemen pelayanan asuhan keperawatan.
Kompetensi di kemas dalam dua bentuk yaitu:
1. Paket kompetensi , kompetensi – kompetensi dikluster berdasarkan tingkat jenjang karir perawat manajer yaitu:
PMI : Manajer bawah
PM II,III : Manajer menengah
PM IV dan V : Manajer Atas
2. Kompetensi Tunggal, Kompetensi manajerial yang advance / lanjut kolek dan inti bagi perawat manajer.

Related posts