IMG-20161004-WA0056Workshop National Symposium On Emergency yang berlangsung dari tanggal 22 – 24 September 2016 yang berlangsung di Jakarta diwakili oleh dr. Ullia Rahmatika dan dr. Julidia M. Tambunan dari RSU Kota Tangerang Selatan. Dari pertemuan tersebut dapat dipaparkan bahwa WHO 2010 kasus negleted 2016 masih tetap negleted. Ular berbisa tersebar sangat luas mulai dari laut, darat (dataranrendah sampai dataran tinggi). Luasnya daerah distribusinya membuatular teradaptasi dengan sempurna pada habitatnya.

Variasi habitat, pakan dan persebaran geografi memperlihatkanperbedaan komposisi racun mereka.Setiap ular berbisa memiliki karakter bisa yang khas, sehingga antibisaular yang digunakanpun juga harus khusus.

Indonesia mempunyai kasus yang sangat banyak untuk gigitan ular berbisa.

Namun demikian data tersebut tersebar diseluruh rumah sakit dan puskesmas di seluruhIndonesia.Data keseluruhan belum terkumpul didalam satu sistem data base.Data yang terkumpul (Maret 2015 – Agustus 2016) di Kabupaten Bondowoso (JawaTimur) saja adalah 148 kasus; mulai kasus gigitan,terdiri dari kasus gigitan Ular viper pohon Trimeresurus insularis (85 kasus),Ular weling, Bungarus candidus (5 kasus), Ular kobra Naja sputatrix (15 kasus). Ular tanahColleselasma rhodostoma (2 kasus), 5 kasus gigitan oleh ular tak berbisa (non venomoussnake: ular kopi Coelognathus flavolineatus dan Ular air Xenochrophis trianguligera),dan 36 kasus gigitan yang tidak dapat diidentifikasi jenis ularnya. Selain itu, terdapatjuga 5 kejadian venom Ophthalmia (mata tersembur oleh bisa Ular kobra Naja

sputatrix) (Maharani,2016)

REDUKSI KASUS GIGITAN ULAR

  1. Lingkungan:kebun,sawah,tambang,hutan, gunung,rawa. Caranya memakai APD/Alat Pelindung Diri (sandal,sepatu boot,sepatu berlampu,lampu senter kepala,senter,tongkat,celana panjang)
  2. Rumah:rumah kotor sarang tikus,katak,kandang ayam,membersihkan tumpukan kayu,gundukan rayap,lubang di dinding kayu,bambu ,menanam bambu,perdu
  3. Pekerjaan:petani,nelayan,penari ular,snake handler,pawang ular,restoran menu ular,penyamak kulit ular.

SNAKE BITE FIRST AID (PBI)

  1. Balut bagian yang terkena ular dari bagian bawah hingga keatas
  2. Tetap tenang. Diamkan lengan atau kaki yang digigit ular, dan jangan banyak gerak agar racun ular tidak menyebar.
  3. Balut hingga bagian terjauh dari luka.
  4. Lepaskan semua perhiasan yang menempel dibadan seperti, cincin, gelang, kalung, dsb. Sebelum terjadi pembengkakan, karena kalau sudah terlanjur bengkak akan sulit melepaskannya.
  5. Posisikan diri sebisa mungkin dan usahakan daerah gigitan lebih rendah dari jantung.
  6. Bersihkan luka, tapi jangan siram dengan air, dan tutup dengan kain bersih dan kering.
  7. Gunakan spalk atau bidai untuk mengurangi pergerakan daerah yang terkena, tapi usahakan tetap cukup longgar sehingga tidak membatasi aliran darah.
  8. Jangan gunakan turniket atau apapun untuk membendung daerah yang terkena gigitan.
  9. Jangan memotong luka atau mencoba membuang racun.
  10. Jangan mencoba untuk menangkap ular itu, tetapi cobalah untuk mengingat warna dan bentuknya sehingga Anda dapat menggambarkannya sehingga akan membantu dalam perawatan nantinya.

Kapan First Aid dilepas?

 Di rumah sakit

 Ada antibisa ular yang siap diberikan

Kapan PBI dipakai

 Jarak jauh

 Ular tidak diketahui jenisnya

 Neurotoksin kuat (bungarus dan sea snake)

 

Manifestasi klinis :

 LOCAL

  • Swelling > half bittenlimb/48 hours
  • Toes especially fingers
  • Rapid extension within a fewhours
  • Enlarged tender lymphnodedraining the affected area

 

SYSTEMIC

  • Haemostatic abnormality
  • Neurotoxic signs
  • Cardiovascular abnormalities
  • Acute kidney injury
  • Myoglobinuria/generalisedrhabdomyolysis/haemolysis
  • Supporting lab evidence ofsystemic envenoming
  • Khaldun, 2015)

HOME

  • DO NOT PANIC
  • DO NOT GIVE CONSTRICTING BAND (TORNIQUET), SUCKING, or OTHERTRADITIONAL TREATMENT
  • IMMOBILIZE BITTEN AREA (will be discussed)
  • SEND TO PRIMARY HEALTH CARE OR EMERGENCY DEPARTMENT
  • BRING DEAD OR ALIVE SPECIMENT OR SNAKE PHOTO INTO

EMERGENCY TO BE IDENTIFIED TO GIVE A SUITABLE ANTIVENOM

 

 

PRIMARY HEALTH CARE

  • DO GENERAL EXAMINATION, MAKE IT STABLE !
  • EVALUATE THE IMMOBILIZATION
  • GIVE IMMOBILIZATION IF NO IMMOBILIZATION BEFORE
  • GIVE ANALGESIA WHEN NEEDED
  • MARK THE EDEMA BY USING RPP TEST (will be discussed)
  • DO NOT DO CROSS INCISION !!!!
  • BRING THE PATIENT TO THE EMERGENCY DEPARTMENT

 

 

Related posts